BNNP Jateng Bongkar Penyelundupan Sabu 200 Gram dari Pontianak – Kilasbaca.com

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah mengungkap kasus penyelundupan sabu seberat 200 gram dari Pontianak, Kalimantan Barat, melalui jalur laut, Selasa (9/7), pukul 01.00. Penyelundupan sabu tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Kedungpane Semarang dan akan diedarkan di wilayah Jepara.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Benny Gunawan menunjukkan barang bukti sabu 200 gram dari Pontianak. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Tersangka dalam kasus ini adalah Sutan Andi Widakso (35), warga asal Jepara, dan Feri Ariyanto alias Paidi. Sutan merupakan kurir yang membawa paket sabu seberat 200 gram dari Pontianak. Tersangka Feri Ariyanto merupakan narapidana di Lapas Kedungpane Semarang yang menyuruh dan mengendalikan peredaran sabu tersebut.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Benny Gunawan mengatakan  pengungkapan berawal informasi yang diterima bahwa ada seorang kurir narkotika dari Pontianak ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kurir tersebut menumpang Kapal Dharma Kencana.

Tim gabungan BNNP Jateng dan Bea Cukai langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Sutan. Saat digeledah ditemukan dua bungkus plastik berisi kristal bening diduga sabu masing-masing seberat 100 gram.

“Setelah dikembangkan diketahui bahwa tersangka Sutan itu kurir yang disuruh oleh seorang narapidana bernama Feri Ariyanto. Ia berangkat ke Pontianak untuk mengambil pada hari Kamis (4/7) menggunakan pesawat. Begitu mendapatkan barang ia langsung kembali ke Semarang dengan menumpang kapal laut,” katanya saat memberikan keterangan di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang Barat, Jumat (12/7/2019).

Berdasarkan keterangan tersangka Sutan, petugas BNNP Jateng kemudian berkoordinasi dengan Lapas Kedungpane Semarang untuk menangkap Feri Ariyanto. Penangkapan dan penggeledahan dilakukan petugas gabungan di sel F11 yang ditempati oleh Feri. Di dalam sel tersebut petugas menemukan barang bukti tiga unit telepon seluler.

“Telepon seluler tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan tersangka Sutan. Feri diketahui merupakan narapidana kasus narkotika yang sedang menjalani hukuman 1 tahun penjara. Sebelumnya tahun 2011 Feri alias Paidi ini juga divonis 1,5 tahun penjara. Artinya ini adalah pemain lama,” ungkap Benny.

Pertama Kali

Benny menambahkan, pengungkapan kasus penyelundupan sabu melalui pelabuhan Tanjung Emas Semarang tersebut merupakan yang pertama kali ditangani BNNP Jateng. Hal itu menunjukkan bahwa jaringan pengedar narkotika terus mencari celah untuk menyelundupkan barang.

“Jalur laut lebih murah dan dianggap bisa mengelabuhi petugas. Jadi tersangka ini memang mencari celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk menyelundupkan barang. Rencananya barang akan diedarkan di wilayah Jepara,” jelasnya.

Kedua tersangka saat ini ditahan di ruang tahanan BNNP Jateng. Keduanya dijerat dengan Pasal 114, 112, dan 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (aka)


Artikel yang berjudul “BNNP Jateng Bongkar Penyelundupan Sabu 200 Gram dari Pontianak – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.