Penghuni Argorejo Minta Bisnis Karaoke Dilanjutkan, Pemkot: Perlu Kajian Mendalam – Kilasbaca.com

Diskusi Publik “Pemberdayaan Sunan Kunig” di Gedung Balai Pertemuan Argorejo, Kamis (4/7/2019). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

SEMARANG – Penutupan lokalisasi Sunan Kuning tinggal menunggu waktu. Pemerintah pusat telah menginstruksikan kepada pemerintah daerah untuk membersihkan praktik prostitusi di daerah-daerah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Sosial Kota Semarang mengaku tidak bisa serta-merta menutup Sunan Kuning. Pemkot bertekad memikirkan langkah-langkah agar penghuni yang ada di sana dapat kembali ke masyarakat secara baik.

“Pak Wali Kota sudah berpesan kepada kami untuk memperhatikan kondisi sosial di sana. Istilahnya nguwongke uwong (memanusiakan manusia),” kata perwakilan Dinsos Kota Semarang, Anggie Ardhitia, dalam Diskusi Publik yang digelar mahasiswa Universitas Semarang di Balai Pertemuan Argorejo, Kamis (4/7/2019) siang.

Terkait keinginan warga, yaitu hanya menghapus praktik prostitusi dan tetap melanjutkan bisnis karaoke, Pemkot Semarang masih memerlukan kajian lebih mendalam. Pemkot membentuk tim dan akan mengumpulkan stakeholder, mulai dari unsur pemerintah, pengusaha dan warga untuk membicarakan hal tersebut.

“Di sini memang banyak pengusaha karaoke. Tapi tidak bisa dipungkiri belum berizin. Tentu saja izinnya melalui Dinas Pariwisata. Oleh karena itu, tim yang dibentuk nanti juga berasal dari Dinas Pariwisata,” tambahnya.

Perwakilan dari Lentera Asa, Ari Istiadi mengatakan, pendataan yang valid dari Pemkot juga diminta untuk segera selesai. Data penghuni Sunan Kuning dinilai masih kurang sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah saat ini.

Dia mengatakan, tidak semua yang berada di Sunan Kuning adalah para pekerja seks, melainkan murni sebagai pemandu lagu/karaoke. Dalam hitungan kasar Ari, pekerja seks yang ada di Sunan Kuning jumlahnya berangsur menurun. Oleh karena itu, penutupan Sunan Kuning secara keseluruhan masih perlu kajian mendalam.

Ketua Resos Argorejo, Suwandi menyebutkan penutupan lokalisasi hendaknya melihat kondisi yang saat ini ada di lokasi. Jika dulunya lokalisasi dibentuk agar para pekerja seks tidak mangkal di jalan protokol, maka penutupan harus memperhatikan dampaknya. Suwandi khawatir jika Sunan Kuning ditutup secara total, maka masalah awal akan terulang lagi.

“Dengan adanya penutupan, kami harapkan dampaknya bisa menjadi lebih baik bagi warga, bukan malah membuat masalah lama terulang,” tuturnya. (ade)

Ucapan Lebaran 1440

Artikel yang berjudul “Penghuni Argorejo Minta Bisnis Karaoke Dilanjutkan, Pemkot: Perlu Kajian Mendalam – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.